The student who asked for MMC x Tianjin Camp as a birthday gift. Siswa yang meminta MMC x Tianjin Camp sebagai hadiah ulang tahun.
His mum asked, "What do you want for your birthday?" He did not ask for a phone, a branded bag, or sneakers. He asked for our Tianjin Camp. It hit me hard. Ibunya bertanya, "Kamu mau apa untuk hadiah?" Dia tidak meminta HP, tas branded, atau sepatu. Dia meminta Tianjin Camp kami. Itu mengenai saya keras.
Today I met one of our student's parents in Singapore. An Indonesian family widely known to be among the country's top wealth circles.
They shared a story that made me feel like falling in love with what I do all over again.
Our student's mum told me his birthday was four days ago. So she asked him the usual question. "What do you want for your birthday?"
His answer surprised her. "I want the MMC x Tianjin Camp programme, mum."
She asked again, just to be sure. "Are you sure you do not want to consider other brands? In Indonesia there are so many options."
He did not change his mind.
Why this moved me
When the parents told me in person, they said they were deeply touched. Because their son did not ask for luxury items, gadgets, or anything flashy. He asked for education. A structured, intensive experience. Something with real direction and a clear outcome.
We were touched too.
Because when we build this product, we know it will serve a small number of people. We hoped it would serve them well. And here our product found its true love.
Who we build for
We did not build MMC because someone pushed us to sell a product. We built it because there are Indonesian students who genuinely need a different standard. Students who do not want "just try and see," but want results, credibility, and an environment that challenges them.
Our programme does not serve everyone. We are not trying to be the biggest. But for a small group of highly targeted students who truly need this path, this kind of programme can change their trajectory.
When our student chooses this as a birthday gift, it feels like a butterfly in my tummy. Like I am falling in love again. With what I do.
If you are a parent or student who values outcomes over gimmicks and wants a clear, efficient roadmap, feel free to reach out.
Hari ini saya bertemu salah satu orang tua siswa kami di Singapura. Keluarga Indonesia yang dikenal luas berada di lingkaran kekayaan top negeri.
Mereka membagikan cerita yang membuat saya merasa jatuh cinta lagi dengan apa yang saya lakukan.
Ibu siswa kami bilang ulang tahunnya empat hari lalu. Jadi beliau menanyakan pertanyaan biasa. "Kamu mau apa untuk hadiah ulang tahun?"
Jawabannya mengejutkan beliau. "Saya mau program MMC x Tianjin Camp, mama."
Beliau bertanya lagi untuk memastikan. "Apakah kamu yakin tidak mau mempertimbangkan brand lain? Di Indonesia ada banyak sekali pilihan."
Dia tidak berubah pikiran.
Kenapa ini menggerakkan saya
Ketika orang tuanya bercerita langsung kepada saya, mereka bilang sangat tersentuh. Karena anaknya tidak meminta barang mewah, gadget, atau hal-hal flashy. Dia meminta pendidikan. Pengalaman yang terstruktur dan intensif. Sesuatu dengan arah yang jelas dan hasil yang konkret.
Kami juga tersentuh.
Karena ketika kami membangun produk ini, kami tahu ia akan melayani sekelompok kecil orang. Kami berharap kami melayani mereka dengan baik. Dan di sini produk kami menemukan cinta sejatinya.
Untuk siapa kami membangun
Kami tidak membangun MMC karena ada yang mendorong kami menjual produk. Kami membangunnya karena ada siswa Indonesia yang benar-benar butuh standar yang berbeda. Siswa yang tidak ingin "coba-coba dulu", tapi ingin hasil, kredibilitas, dan lingkungan yang menantang mereka.
Program kami tidak melayani semua orang. Kami tidak sedang berusaha jadi yang terbesar. Tetapi untuk kelompok kecil siswa yang sangat tertarget yang benar-benar butuh jalur ini, program seperti ini bisa mengubah trajectory mereka.
Ketika siswa kami memilih ini sebagai hadiah ulang tahun, rasanya seperti kupu-kupu di perut. Seperti saya jatuh cinta lagi. Dengan apa yang saya lakukan.
Kalau Anda orang tua atau siswa yang menghargai hasil di atas gimmick dan ingin roadmap yang jelas dan efisien, jangan ragu menghubungi.
On CSC and provincial scholarships
CSC is competitive but winnable for prepared Indonesian students. Provincial scholarships from Beijing, Shanghai, Jiangsu, and Zhejiang are underused. We map all applicable scholarships against the student's profile during the diagnostic.
Tentang beasiswa CSC dan provinsi
CSC kompetitif tapi bisa dimenangkan untuk siswa Indonesia yang siap. Beasiswa provinsi dari Beijing, Shanghai, Jiangsu, dan Zhejiang kurang dimanfaatkan. Kami memetakan semua beasiswa yang berlaku terhadap profil siswa selama diagnostik.
