Refusing to teach unethical curricula Menolak mengajar kurikulum yang tidak etis
Some Mandarin curricula in Indonesia are outdated, politically loaded, or simply wrong. We refuse to teach them. Here is why. Beberapa kurikulum Mandarin di Indonesia ketinggalan zaman, sarat politik, atau sekadar salah. Kami menolak mengajarkannya. Berikut mengapa.
What we will not teach
Outdated political content. Stereotyped portrayals of Indonesian or Chinese culture. Memorisation drills with no comprehension.
What we teach instead
Modern, accurate, balanced material. Sources from current Chinese textbooks plus our own bridging content for Indonesian learners.
The cost of refusing
Some institutional contracts walked. We accepted the loss. The credibility of being a school that picks its content carefully outlasts any contract.
A school that teaches anything for money is not a school. It is a vendor. We are not a vendor.
Apa yang tidak akan kami ajarkan
Konten politik yang ketinggalan zaman. Penggambaran stereotip budaya Indonesia atau China. Drill hafalan tanpa pemahaman.
Apa yang kami ajarkan sebagai gantinya
Materi modern, akurat, seimbang. Sumber dari buku teks Mandarin saat ini plus konten bridging kami sendiri untuk pembelajar Indonesia.
Biaya menolak
Beberapa kontrak institusional pergi. Kami menerima kerugian. Kredibilitas menjadi sekolah yang memilih kontennya dengan hati-hati melebihi kontrak apapun.
Sekolah yang mengajarkan apapun untuk uang bukan sekolah. Itu vendor. Kami bukan vendor.
For families burned before
If you have already paid for a Mandarin school or admissions agent who underdelivered, we want to know. Bring us the situation. We will tell you whether the issue is salvageable or whether it is time to start over with honesty as the foundation.
Untuk keluarga yang sudah ketipu sebelumnya
Jika Anda sudah bayar untuk sekolah Mandarin atau agen penerimaan yang under-deliver, kami ingin tahu. Bawa kami situasinya. Kami akan beri tahu Anda apakah masalahnya bisa diselamatkan atau sudah waktunya untuk mulai dari awal dengan kejujuran sebagai fondasi.
